Tata Cara Sholat Tahajud dan Witir yang Benar, Waktu, beserta Doanya

Sholat tahajud dan witir biasanya dikerjakan pada malam hari, tepatnya sepertiga malam terakhir.

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari, di mana jumlah rakaat sholat ini sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.

Perintah sholat tahajud ini telah disebutkan di dalam Al Quran Surat Al Isra ayat 79, yang artinya:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.

Waktu yang Tepat untuk Sholat Tahajud

Waktu yang tepat untuk mengerjakan sholat tahajud adalah sesudah sholat Isya sampai terbit fajar. Waktunya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

Tata Cara Sholat Tahajud

1. Baiknya tidur terlebih dahulu

Sholat di waktu malam hanya dapat disebut sholat tahajud dengan syarat apabila dilakukan sesudah bangun dari tidur malam, sekalipun tidur itu hanya sebentar.

2. Membaca niat sholat tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.

Artinya: Aku niat sholat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.

3. Melakukan gerakan seperti sholat pada umumnya

Gerakan sholat tahajud sama dengan gerakan sholat umumnya. Baca alfatihah dan dilanjutkan dengan bacaan surat pendek (tidak ada tuntutan harus melafalkan surat panjang, lakukan semampu Anda). Laksanakan sholat tahajud sebanyak dua rakaat dengan dua kali sujud dan 1 kali salam.

Tahapan Sholat Tahajud

4. Membaca doa setelah sholat tahajud

Membaca doa setelah sholat tahajud tidak kalah pentingnya dari menjalankan sholat tahajud itu sendiri karena doa sholat tahajud selalu menyertai sholat tahajud Rasulullah SAW.

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allahumma lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi wa manfiihina wa lakalhamdu annta, wa lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta rabbussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna.

Wal lakalhamdu annta mulkussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta malikussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq.

Allahumma laka aslamtu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamanntu wa ilaika anabtu wa bika khaashuamtu wa ilaika haakamtu fagfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta anta ilaahii laa illaa annta”

Artinya:

“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya.

Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar (ada), neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.

Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.

Setelah selesai membaca doa sholat tahajud tersebut, lalu membaca istighfar. Kemudian membaca Ayat Kursi, surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nas.

Syeh Ali Jaber mengatakan bahwa adzan merupakan panggilan untuk melaksanakan sholat. Sedangkan untuk melaksanakan sholat tahajud di sepertiga malam tidak terdapat adzan, sehingga jika kita terbangun dengan sendirinya saat memasuki waktu sholat tahajud, itu artinya Allah sendiri yang memanggil kita.

Jadi jangan hiraukan lagi panggilan Allah SWT. Karena dari penjelasan di atas apabila kita terjaga dari tidur malam dan memasuki waktu sholat tahajud, maka itu Allah sendiri yang membangunkan kita agar menjalankan ibadah sunnah-Nya di seperempat malam.

Menurut Hadist HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan sholat Tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat dengan witir). Jadi tidak ada salahnya jika kita mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.

Tata cara sholat tahajud 11 rakaat lazimnya dikerjakaan 2 rakaat, 2 rakaat (2 rakaat sebanyak 4 kali), kemudian ditutup dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat.

Sholat witir lazimnya dikerjakan dengan 3 rakaat, namun jika kondisi fisik tidak memungkinkan silahkan jalankan sholat witir 1 rakaat.

Tata Cara Sholat Witir

Niat untuk sholat witir dibedakan berdasar jumlah rakaat yang akan dilakukan, berikut niatnya:

a. Witir 3 rakaat 1 salam

“Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati lillaahi ta’alaa.”

Artinya:
“Saya berniat salat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’alaa.”

b. Witir 1 rakaat 1 salam

“Ushallii sunnatal witri rok’atan mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’alaa.”

Artinya:

“Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi karena Allah ta’alaa.”

Tahapan Sholat Witir

Doa Sholat Witir

Setelah salat witir disunnahkan untuk membaca dzikir dibawah ini sebanyak 3 (tiga) kali:

“Subhaanal malikil quddus.”

Artinya:
“Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan.”

Setelah membaca dzikir diatas dilanjutkan dengan membaca doa setelah salat witir berikut ini:

“Allohumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’aafaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik.”

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaanMu dari kemarahanMu, dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu dan aku berlindung kepadaMu dari siksaMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepadaMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.”

Keutamaan Sholat Tahajud dan Witir

Sholat tahajud dan sholat witir, bisa dilakukan pada malam hari. Sholat tersebut sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Akan diperlihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana
  2. Tanda ketaatannya akan kelihatan di mukanya
  3. Akan dicintai para hamba Allah yang shalih dan dicintai oleh semua manusia
  4. Akan dijadikan orang yang bijaksana, yakni dia dianugerahi oleh Allah sebagai orag alim
  5. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur dihari pembalasan
  6. Akan mendapatkan Keringanan ketika dihisab
  7. Ketika menyebrangi jembatan Shiratal Mustaqim bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
  8. Catatan amalnya akan diberikan di tangan kanan.