Web Server – TipsTrik id https://www.tipstrik.id Berbagai dan Berbagi Tips Trik Keren ! Wed, 10 Oct 2018 05:55:10 +0000 id-ID hourly 1 https://www.tipstrik.id/wp-content/uploads/cropped-tips-loggo-1-1-32x32.png Web Server – TipsTrik id https://www.tipstrik.id 32 32 Trik Mengamankan PHPMyAdmin di VestaCP https://www.tipstrik.id/tips-2622/mark/mengamankan-phpmyadmin-di-vestacp.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengamankan-phpmyadmin-di-vestacp Wed, 10 Oct 2018 05:55:10 +0000 https://www.tipstrik.id/?p=2622 Tahukah kamu kalau secara default untuk akses PHPMyAdmin di VestaCP menggunakan alamat http://namadomain/phpmyadmin atau http://ipaddress/phpmyadmin. Hal ini pastinya berbahaya kalau ada orang yang iseng ingin mencoba untuk menghack websitemu. Lalu bagaimana caranya untuk mengamankan PHPMyAdmin di VestaCP yang kamu install? Salah satu caranya adalah dengan mengubah url PHPMyAdmin. Bagaimana cara merubahnya? Karena VestaCP mempunyai 2 […]

The post Trik Mengamankan PHPMyAdmin di VestaCP appeared first on TipsTrik id.

]]>
Tahukah kamu kalau secara default untuk akses PHPMyAdmin di VestaCP menggunakan alamat http://namadomain/phpmyadmin atau http://ipaddress/phpmyadmin. Hal ini pastinya berbahaya kalau ada orang yang iseng ingin mencoba untuk menghack websitemu.

Lalu bagaimana caranya untuk mengamankan PHPMyAdmin di VestaCP yang kamu install? Salah satu caranya adalah dengan mengubah url PHPMyAdmin.

Bagaimana cara merubahnya?

Karena VestaCP mempunyai 2 tipe Webserver yaitu Nginx + PHP-FPM dan Nginx + Apache, maka ada 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk mengubah URL PHPMyAdmin sesuai dengan Webserver yang kamu install. sebagai contoh berikut ini kita akan merubah URL PHPMyAdmin menjadi micronmyadmin.

VestaCP dengan Nginx + PHP-FPM

Login SSH terlebih dahulu ke VPSmu lalu jalankan command dibawah

   sed -i ‘s/phpmyadmin/mikronmyadmin/g’ /etc/nginx/conf.d/phpmyadmin.inc

Dan jika kamu cek maka hasilnya akan seperti dibawah ini :

   location /mikronmyadmin {
   alias /usr/share/phpMyAdmin/;

   location ~ /(libraries|setup) {
   return 404;
   }

   location ~ ^/mikronmyadmin/(.*\.php)$ {
   alias /usr/share/phpMyAdmin/$1;
   fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
   fastcgi_index index.php;
   include fastcgi_params;
   fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $request_filename;
   }
   location ~* ^/mikronmyadmin/(.+\.(jpg|jpeg|gif|css|png|js|ico|html|xml|txt))$ {
   alias /usr/share/phpMyAdmin/$1;
   }
   }

Jangan lupa untuk merestart Nginx agar perubahan tadi bisa terbaca: systemctl restart nginx

VestaCP dengan Nginx + Apache

Yang ini juga hampir sama, login SSH terlebih dahulu ke VPSmu lalu jalankan command dibawah:

   sed -i ‘s/Alias \/phpMyAdmin/\#Alias \/phpMyAdmin/g’ /etc/httpd/conf.d/phpMyAdmin.conf
   sed -i ‘s/Alias \/phpmyadmin/\Alias \/mikronmyadmin/g’ /etc/httpd/conf.d/phpMyAdmin.conf

Dan jika kamu cek pada baris awal file tersebut, hasilnya seperti berikut:

   # phpMyAdmin – Web based MySQL browser written in php
   #
   # Allows only localhost by default
   #
   # But allowing phpMyAdmin to anyone other than localhost should be considered
   # dangerous unless properly secured by SSL

   #Alias /phpMyAdmin /usr/share/phpMyAdmin
   Alias /mikronmyadmin /usr/share/phpMyAdmin

Sekarang kita restart Apache servicenya: systemctl restart httpd

Langkah Selanjutnya

Setelah salah satu cara diatas sudah kamu lakukan, sekarang saatnya setting VestaCP agar mengetahui URL PHPMyAdmin yang baru. Caranya:

1. Login ke panel VestaCP kamu, lalu klik menu Server

2. Klik Tombol Configure

3. Klik DB lalu pada bagian kolom phpMyAdmin URL masukkan URL yang baru. Untuk URLnya harus full URL.

4. Klik tombol Save yang ada dibawah.

Sekarang, cobalah untuk masuk ke menu DB dan klik tombol PHPMYADMIN

Maka kamu akan diarahkan ke URL PHPMyAdmin yang baru !

 

Artikel asli: tosabyte.com

The post Trik Mengamankan PHPMyAdmin di VestaCP appeared first on TipsTrik id.

]]>
Cara Mengaktifkan Akses Remote MySQL Database Server https://www.tipstrik.id/tips-1532/paijo/cara-mengaktifkan-akses-remote-mysql-database-server.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-mengaktifkan-akses-remote-mysql-database-server Tue, 10 Oct 2017 07:34:35 +0000 https://www.tipstrik.id/?p=1532 Secara default akses MySQL hanya diijinkan diakses dari server dimana MySQL tersebut diinstall (localhost). Nah, adakalanya kita ingin mengaktifkan akses remote MySQL agar database di server tersebut bisa diakses atau digunakan di server lain. Alasannya ada banyak, antara lain server tersebut memang dikhususkan sebagai server yang mengelola database, sementara webserver diletakkan di server lain. Atau […]

The post Cara Mengaktifkan Akses Remote MySQL Database Server appeared first on TipsTrik id.

]]>
Secara default akses MySQL hanya diijinkan diakses dari server dimana MySQL tersebut diinstall (localhost). Nah, adakalanya kita ingin mengaktifkan akses remote MySQL agar database di server tersebut bisa diakses atau digunakan di server lain. Alasannya ada banyak, antara lain server tersebut memang dikhususkan sebagai server yang mengelola database, sementara webserver diletakkan di server lain. Atau bisa juga karena webserver menggunakan load-balancing sehingga membutuhkan satu database yang sama namun dapat diakses dari dua server berbeda.

server rack

Oke langsung saja ke tutorial. Pertama, edit konfigurasi MySQL nya.
Di Ubuntu dan Debian :

nano /etc/mysql/my.cnf

Di CentOS / RedHat :

nano /etc/my.cnf

Lalu cari

[mysqld]

Selanjutnya kalian tambahkan comment ( # ) pada skip-networking.
Lalu tambahkan bind-address= ip_address_server
Contohnya seperti ini :

[mysqld]
#
# * Basic Settings
#
user            = mysql
pid-file        = /var/run/mysqld/mysqld.pid
socket          = /var/run/mysqld/mysqld.sock
port            = 3306
basedir         = /usr
datadir         = /var/lib/mysql
tmpdir          = /tmp
lc-messages-dir = /usr/share/mysql
bind-address    = 127.0.0.1
bind-address    = 192.168.1.29
#skip-external-locking
#
# Instead of skip-networking the default is now to listen only on

Silahkan sesuaikan sendiri ya. Selanjutnya restart MySQL service.

service mysql restart

Selanjutnya adalah membuat user database yang dapat diakses dari server lain (user remote database).

CREATE USER ‘remoteuser’@’%’ IDENTIFIED BY ‘passwordremote’;

GRANT ALL ON databaseku.* TO ‘remoteuser’@’%’;

Nah, jika pengaturannya seperti diatas, remote mysql bisa dilakukan dari dari mana saja. Artinya kalau tiba-tiba database kita bocor (leaked by hacker), dia bisa melakukan remote database dari komputernya.

Disini kita akan meng-allow database hanya boleh diakses dari ip webserver nya saja. Anggap saja disini ip mysql-server adalah 192.168.1.29 dan ip webserver adalah 192.168.1.30, masukkan rule berikut ke iptables :

iptables -I INPUT 8 -p tcp -s 192.168.1.30 –sport 1024:65535 -d 192.168.1.29 –dport 3306 -m state –state NEW,ESTABLISHED -j ACCEPT

iptables -A OUTPUT -p tcp -s 192.168.1.29 –sport 3306 -d 192.168.1.30 –dport 1024:65535 -m state –state ESTABLISHED -j ACCEPT

Selanjutnya di state terakhir, drop koneksi keluar maupun masuk.

-A INPUT -j DROP
-A OUTPUT -j DROP

Oke sekarang kita coba test login database dari komputer.

mysql remoteuser -h 192.168.1.29 -p

Pasti tidak akan tersambung karena di block. Tapi kalo remote login dilakukan dari ip webserver (yang dalam contoh ini adalah 192.168.1.30), makan akan tersambung ke database.

The post Cara Mengaktifkan Akses Remote MySQL Database Server appeared first on TipsTrik id.

]]>
Membuat Load Balancer Web Server dengan Apache (mod_proxy_balancer) https://www.tipstrik.id/tips-1530/paijo/membuat-load-balancer-web-server-dengan-apache-mod_proxy_balancer.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=membuat-load-balancer-web-server-dengan-apache-mod_proxy_balancer Tue, 10 Oct 2017 05:22:35 +0000 https://www.tipstrik.id/?p=1530 Jika web server Anda tergolong web server yang supersibuk dengan beban akses atau hit yang besar, performa dan kinerja dari web server Anda dituntut maksimal. Untuk menjaga performa Apache web server Anda tetap prima, buat saja load balancer web server dengan modul mod_balancer. Cara paling mudah untuk menyediakan web server dengan performa dan kinerja maksimal adalah menggunakan perangkat keras dengan spesifikasi […]

The post Membuat Load Balancer Web Server dengan Apache (mod_proxy_balancer) appeared first on TipsTrik id.

]]>
Jika web server Anda tergolong web server yang supersibuk dengan beban akses atau hit yang besar, performa dan kinerja dari web server Anda dituntut maksimal. Untuk menjaga performa Apache web server Anda tetap prima, buat saja load balancer web server dengan modul mod_balancer.

Cara paling mudah untuk menyediakan web server dengan performa dan kinerja maksimal adalah menggunakan perangkat keras dengan spesifikasi yang tinggi. Tentunya hal ini membutuhkan investasi yang cukup mahal karena sampai saat ini korelasinya masih linear antara performa dan kinerja yang tinggi dari suatu perangkat komputer dengan biaya atau harganya.

code script

Namun, solusi dengan pengadaan upgrade perangkat keras hanya akan bertahan dalam jangka pendek, karena bisa jadi peningkatan akses ke web server Anda akan bertambah dengan cepat sementara perangkat keras belum dapat segera di upgrade. Belum lagi permasalahan lain yang juga akan muncul saat dilakukan upgrade perangkat keras. Jika demikian adakah solusinya?

Salah satu solusi untuk menjamin performa dan kinerja dari web server tetap baik adalah menggunakan teknik cluster. Ada berbagai teknik cluster saat ini, namun dalam artikel kali ini hanya akan membahas teknik cluster web server dengan menggunakan teknik load balancer (pembagi beban) pada web server Apache dengan menggunakan modul mod_proxy_balancer.

Seperti apakah teknik tersebut ? 

Pada teknik load balancer ini, terdiri dari minimal sebuah web server yang berperan sebagai load balancer dengan dua atau lebih web server real (backend web server). Pada teknik cluster web server menggunakan load balancer, user mengakses web server yang berperan sebagai load balancer, kemudian load balancer akan mengambil halaman web yang diminta oleh user dari dua atau lebih backend web server dan kemudian memberikannya kepada user.

Dengan menggunakan load balancer, Anda dapat menurunkan beban rata-rata pada web server. Salah satu fitur penting dari mod_proxy_balancer adalah dapat melacak session yang berarti satu pengguna selalu berurusan dengan sebuah back-end web server, hal ini menjaga konsistensi session pada saat mengakses halaman web sehingga kejadian yang tidak diharapkan seperti user beberapa kali kehilangan session sehingga harus login lagi untuk menciptakan sesion baru dapat dihindari.

Dengan teknik load balancer ini memang kita harus menyediakan beberapa  mesin komputer yang akan difungsikan sebagai load balancer, dan backend web server. Namun, kita masih dapat menggunakan spesifikasi mesin komputer yang tidak terlalu tinggi sehingga kita mungkin masih dapat menggunakan mesin komputer yang sudah ada.

Pada artikel kali ini, akan menjelaskan secara singkat dan praktis tentang bagaimana menerapkan load balancer web server menggunakan web server apache dengan modul mod_proxy_balancer. menggunakan sistem operasi Linux CentOS 5 dan Apache 2.2.3 untuk web server load balancer, dan menggunakan dua backend web server yang masing-masing menggunakan sistem operasi Linux CentOS 5.2 dan Fedora Core 6 serta web server Apache bawaan masing-masing distro.

Skenario

Untuk mempermudah pembaca dalam memahami penjelasan ini, maka mengilsutrasikan skenario jaringan cluster web server sebagaimana yang dapat dilihat pada Gambar Load Balancer di bawah ini.

load balancer

Terdapat sebuah frontend web server sebagai load balancer dan terdapat dua buah backend web server sebagai real server. Load balancer memiliki nama host www.latihan.com, dan kedua buah backend web server memiliki nama http1.latihan.com dan http2.latihan.com.

User dari internet ketika mengakses website www.latihan.com, maka sesungguhnya akses tersebut direspon oleh load balancer dengan mengambilkan halaman website dari backend web server dan memberikannya ke user. Dalam skenario ini Website atau aplikasi web yang terdapat pada cluster web server merupakan website atau aplikasi web yang menggunakan PHP Sessions (database-driven web aplication).

Konfigurasi backend web server Langkah pertama adalah kita mempersiapkan backend web server atau real server http1.latihan.com dan http2.latihan.com. Pada kedua backend web server menggunakan web server Apache dengan dukungan modul mod_rewrite. Pada masing-masing backend web server kita edit file konfigurasi apache (/etc/httpd/conf/httpd.conf) pada konfigurasi virtualhost masing-masing backend web server kita tambahkan entri konfigurasi direktif RewriteEngine dan RewriteRule untuk mendukung pelacakan session.

Untuk konfigurasi web server http1.latihan.com sebagai berikut:

NameVirtualHost *:80

ServerName http1.latihan.com
DocumentRoot /var/www/http1
RewriteEngine On
RewriteRule .* – [CO=BALANCEID:
balancer.http1:.latihan.com]

Kemudian restart service apache httpd pada komputer http1.latihan.com, seperti berikut ini:

[root@http1 ~]# service httpd restart

Untuk konfigurasi web server http2.latihan.com sebagai berikut:

NameVirtualHost *:80

ServerName http2.latihan.com
DocumentRoot /var/www/http2
RewriteEngine On
RewriteRule .* – [CO=BALANCEID:
balancer.http2:.latihan.com]

Kemudian restart service apache httpd pada komputer http2.latihan.com, seperti berikut ini:

[root@http2 ~]# service httpd restart

 

Konfigurasi Load Balancer

Langkah berikutnya kita mengkonfigurasi web server www.latihan.com untuk di jadikan sebagai load balancer. Untuk itu kita membutuhkan web sever apache yang sudah memiliki dukungan akan modul mod_proxy_balancer.

Umumnya apache web server yang tersedia di berbagai distro sudah dilengkapi dengan dukungan modul “mod_proxy_balancer“.

Lakukan konfigurasi apache web server untuk load balancer (di asumsikan pada web server www.example.com. Berikut ini contoh konfigurasi load balancer web server www.example.com:

NameVirtualHost *:80

ServerName www.latihan.com
ServerAlias latihan.com
DocumentRoot /var/www/
ProxyRequest off

Order deny,allow
Allow from all

ProxyPass /balancer-manager!
ProxyPass /balancer:/mycluster/stickysession=BALANCEID nofailover=off

ProxyPassReverse /http:/http1.latihan.com/
ProxyPassReverse /http:/http2.latihan.com/

BalancerMember http://http1.latihan.com route=http1
BalancerMember http://http2.latihan.com route=http2

ProxySet lbmethod=byrequests
SetHandler balancer manager
Order deny,allow
Allow From all

Pada konfigurasi load balancer terdapat konfigurasi, untuk itu kita harus membuat direktori balancer-manager pada direktori /var/www/.

[root@www ~]#mkdir /var/www/balancer-manager

Untuk keamanan lokasi /balancer-manager sebaiknya di batasi pengaksesnya yaitu dengan menerapkan otentikasi atau dengan membatasi dari ip tertentu saja yang boleh mengakses dengan mengubah direktif “Allow from All” menjadi “Allow from 127.0.0.1 192.168.1.0/24“.

Selanjutnya restart web server apache pada latihan.com sebagai berikut :

[root@www ~]#service httpd restart

Sampai disini konfigurasi load balancer dan kedua backend web server sudah selesai. Tinggal mencoba dengan mengakses ke www.latihan.com.

The post Membuat Load Balancer Web Server dengan Apache (mod_proxy_balancer) appeared first on TipsTrik id.

]]>
Dapatkan Rekomendasi Setting Terbaik MySQL dengan MySQLTuner https://www.tipstrik.id/tips-1523/paijo/dapatkan-rekomendasi-setting-terbaik-mysql-dengan-mysqltuner.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dapatkan-rekomendasi-setting-terbaik-mysql-dengan-mysqltuner Fri, 06 Oct 2017 04:22:06 +0000 https://www.tipstrik.id/?p=1523 MySQL merupakan software database server yang sangat populer dan dapat dikatakan sebagai standar untuk web hosting atau Virtual Private Server, ini karena rata – rata CMS juga bisa menggunakannya untuk menyimpan data. Aslinya tergantung seberapa banyak frekuensi akses dan querynya (berbanding lurus dengan jumlah pengunjung) maka setting defaultnya sudahlah cukup mampu. Sangat jarang kita membutuhkan […]

The post Dapatkan Rekomendasi Setting Terbaik MySQL dengan MySQLTuner appeared first on TipsTrik id.

]]>
MySQL merupakan software database server yang sangat populer dan dapat dikatakan sebagai standar untuk web hosting atau Virtual Private Server, ini karena rata – rata CMS juga bisa menggunakannya untuk menyimpan data. Aslinya tergantung seberapa banyak frekuensi akses dan querynya (berbanding lurus dengan jumlah pengunjung) maka setting defaultnya sudahlah cukup mampu. Sangat jarang kita membutuhkan perubahan konfigurasinya.

Tapi kalau kita sudah mengincar performa terbaik dan stabilitas yang lebih bagus dari sebelumnya tidak ada salahnya untuk diutak – atik settingnya. Kendalanya adalah: mau dimulai dari mana? Darimana kita tahu setting mana dan fungsinya apa. Semuanya memang bisa diketahui dari membaca manual MySQL atau dari situs – situs lain yang mengajarkan cara setting MySQL tapi ini bisa membutuhkan waktu lama dan belum tentu cocok untuk kebutuhan server anda.

Nah… ada satu solusi yang bisa anda gunakan sebagai langkah awal yaitu dengan menggunakan MySQLTuner, sebuah skrip Perl yang tugasnya menganalisa konfigurasi MySQL server yang terinstall di server dan membuat rekomendasi – rekomendasi modifikasi setting dari informasi yang didapatkannya.

Bagaimana cara menggunakan MySQLTuner? Silahkan eksekusi perintah – perintah berikut secara berurutan:

wget http://mysqltuner.pl/ -O mysqltuner.pl

wget https://raw.githubusercontent.com/major/MySQLTuner-perl/master/basic_passwords.txt -O basic_passwords.txt

perl mysqltuner.pl

Perintah pertama untuk mendownload program MySQLTuner, yang kedua adalah daftar password yang sering digunakan (tidak aman), dan ketiga adalah menjalankan programnya. Bisa anda jalankan juga chmod +x mysqltuner.pl sehingga tidak perlu memanggil perl lagi saat mengeksekusinya lagi, jadi bisa langsung ketikkan perintah ./mysqltuner.pl lain kali di terminal.

Tergantung anda login sebagai root atau tidak pada servernya maka sebelum dilanjutkan prosesnya akan diminta mengisikan username dan password untuk akun root database MySQL.

Please enter your MySQL administrative login:
Please enter your MySQL administrative password:

Kalau sudah maka akan muncul hasil diagnosa dari konfigurasi MySQL dan berbagai macam penilaian mengenai optimal tidaknya konfigurasinya.

MySQL Tuner

Semuanya spesifik khusus untuk yang terinstall dalam VPS anda, jadi kalau di server lain anda wajib menjalankan lagi karena saran yang diberikan bisa jadi berbeda. Disini saya mencobanya pada VPS yang terpasang VestaCP.

[OK] Logged in using credentials from debian maintenance account.
>>  MySQLTuner 1.6.0 – Major Hayden <major@mhtx.net>
>>  Bug reports, feature requests, and downloads at http://mysqltuner.com/
>>  Run with ‘–help’ for additional options and output filtering
[–] Skipped version check for MySQLTuner script
[OK] Currently running supported MySQL version 5.5.44-0+deb7u1
[OK] Operating on 32-bit architecture with less than 2GB RAM

——– Storage Engine Statistics ——————————————-
[–] Status: +ARCHIVE +BLACKHOLE +CSV -FEDERATED +InnoDB +MRG_MYISAM
[–] Data in MyISAM tables: 20M (Tables: 52)
[–] Data in InnoDB tables: 5M (Tables: 47)
[!!] Total fragmented tables: 16

——– Security Recommendations  ——————————————-
[OK] There is no anonymous account in all database users
[OK] All database users have passwords assigned
[!!] User ‘admin_default@%’ hasn’t specific host restriction.
[!!] User ‘servernesia_wp@%’ hasn’t specific host restriction.
[–] There is 605 basic passwords in the list.

——– Performance Metrics ————————————————-
[–] Up for: 12d 19h 1m 50s (2M q [2.413 qps], 82K conn, TX: 8B, RX: 358M)
[–] Reads / Writes: 95% / 5%
[–] Binary logging is disabled
[–] Total buffers: 168.0M global + 2.7M per thread (200 max threads)
[OK] Maximum reached memory usage: 227.1M (22.18% of installed RAM)
[OK] Maximum possible memory usage: 705.5M (68.90% of installed RAM)
[OK] Slow queries: 0% (0/2M)
[OK] Highest usage of available connections: 11% (22/200)
[OK] Aborted connections: 2.96%  (2436/82173)
[!!] Query cache is disabled
[OK] Sorts requiring temporary tables: 0% (0 temp sorts / 281K sorts)
[!!] Temporary tables created on disk: 70% (58K on disk / 82K total)
[!!] Thread cache is disabled
[OK] Table cache hit rate: 81% (176 open / 217 opened)
[OK] Open file limit used: 17% (177/1K)
[OK] Table locks acquired immediately: 99% (2M immediate / 2M locks)

——– MyISAM Metrics —————————————————–
[!!] Key buffer used: 73.8% (6M used / 8M cache)
[OK] Key buffer size / total MyISAM indexes: 8.0M/7.4M
[OK] Read Key buffer hit rate: 100.0% (14M cached / 4K reads)
[!!] Write Key buffer hit rate: 17.7% (131K cached / 108K writes)

——– InnoDB Metrics —————————————————–
[–] InnoDB is enabled.
[OK] InnoDB buffer pool / data size: 128.0M/5.2M
[OK] InnoDB buffer pool instances: 1
[!!] InnoDB Used buffer: 12.98% (1063 used/ 8192 total)
[OK] InnoDB Read buffer efficiency: 99.99% (6952221 hits/ 6952905 total)
[!!] InnoDB Write buffer efficiency: 0.00% (0 hits/ 1 total)
[OK] InnoDB log waits: 0.00% (0 waits / 24449 writes)

——– AriaDB Metrics —————————————————–
[–] AriaDB is disabled.

——– Replication Metrics ————————————————-
[–] No replication slave(s) for this server.
[–] This is a standalone server..

——– Recommendations —————————————————–
General recommendations:
Run OPTIMIZE TABLE to defragment tables for better performance
Restrict Host for user@% to user@SpecificDNSorIp
Enable the slow query log to troubleshoot bad queries
When making adjustments, make tmp_table_size/max_heap_table_size equal
Reduce your SELECT DISTINCT queries without LIMIT clauses
Set thread_cache_size to 4 as a starting value
Variables to adjust:
query_cache_size (>= 8M)
tmp_table_size (> 16M)
max_heap_table_size (> 16M)
thread_cache_size (start at 4)

Dari sini anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan modifikasi setting sesuai daftar rekomendasinya di akhir. Ingat ini rekomendasi bukan wajib dilaksanakan.

Bagaimana mengedit konfigurasi MySQL? Silahkan edit file yang berlokasi di /etc/mysql/my.cnf dengan editor teks favorit anda sesuai dengan rekomendasi diatas dan harap dibackup dulu sebelum diubah. Bisa sudah maka restart saja MySQL: /etc/init.d/mysql restart atau service mysql restart.

Untuk MariaDB juga didukung penuh tapi untuk versi 10 keatas dan ini berlaku untuk semua jenis distro Linux. Jadi Ubuntu, CentOS, Debian dan sebagainya sudah termasuk.

The post Dapatkan Rekomendasi Setting Terbaik MySQL dengan MySQLTuner appeared first on TipsTrik id.

]]>
Cara Menyembunyikan Plugin WordPress Dari Daftar Plugin https://www.tipstrik.id/tips-1504/paijo/cara-menyembunyikan-plugin-wordpress-dari-daftar-plugin.html?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cara-menyembunyikan-plugin-wordpress-dari-daftar-plugin Thu, 05 Oct 2017 09:24:24 +0000 https://www.tipstrik.id/?p=1504 Baru-baru ini saya bekerja di situs klien, yang mengharuskan saya membuat plugin khusus untuk situs webnya. Saya ingin menyembunyikan plugin dari pengguna, karena ia adalah seorang pemula dan plugin berisi beberapa fungsi sensitif untuk menjalankan situs webnya. Terkadang, ketika klien Anda mempekerjakan Anda untuk sesuatu, dan pekerjaan itu hanya mengharuskan Anda memasang plugin, Anda mungkin […]

The post Cara Menyembunyikan Plugin WordPress Dari Daftar Plugin appeared first on TipsTrik id.

]]>
Baru-baru ini saya bekerja di situs klien, yang mengharuskan saya membuat plugin khusus untuk situs webnya. Saya ingin menyembunyikan plugin dari pengguna, karena ia adalah seorang pemula dan plugin berisi beberapa fungsi sensitif untuk menjalankan situs webnya.

code script

Terkadang, ketika klien Anda mempekerjakan Anda untuk sesuatu, dan pekerjaan itu hanya mengharuskan Anda memasang plugin, Anda mungkin ingin menyembunyikan plugin itu dari daftar plugin. Anda tidak ingin klien Anda melihat bahwa Anda menugaskannya hanya untuk memasang plugin.

Dalam tutorial ini, saya akan menunjukkan bagaimana Anda dapat dengan mudah menyembunyikan plugin WordPress dari daftar plugin. Plugin akan tetap bekerja, namun tidak akan muncul dalam daftar plugin.

Cukup tambahkan snipet berikut ke file functions.php theme Anda saat ini:

function hide_plugin_trickspanda() {
global $wp_list_table;
$hidearr = array(‘plugin-directory/plugin-file.php’);
$myplugins = $wp_list_table->items;
foreach ($myplugins as $key => $val) {
if (in_array($key,$hidearr)) {
unset($wp_list_table->items[$key]);
}
}
}
add_action(‘pre_current_active_plugins’, ‘hide_plugin_trickspanda’);

Ganti plugin-directory/plugin-file.php di kode diatas dengan direktori plugin dan nama file anda. Anda bisa menemukan info ini dengan mengklik link edit plugin dari daftar plugin.

Jika Anda ingin menyembunyikan plugin dari Multisite WordPress Anda, maka cuplikan di atas tidak akan menghapus plugin dari daftar admin Jaringan. Berikut cuplikan yang akan bekerja di WordPress Multisite.

function mu_hide_plugins_network( $plugins ) {
// let’s hide akismet
if( in_array( ‘akismet/akismet.php’, array_keys( $plugins ) ) ) {
unset( $plugins[‘akismet/akismet.php’] );
}
return $plugins;
}
add_filter( ‘all_plugins’, ‘mu_hide_plugins_network’ );

The post Cara Menyembunyikan Plugin WordPress Dari Daftar Plugin appeared first on TipsTrik id.

]]>